PENGANTAR PENDIDIKAN


DOSEN PENGEMPU H. M. YUNUS WINARNO.S.Pd.,M.Pd.
MATA KULIYAH : PENGANTAR PENDIDIKAN
BAB I
HAKEKAT MANUSIA DAN
PENGEMBANGANNYA

A. PENGERTIAN
Hakekat manusia diartikan sebagai ciri – ciri karakteristik, yang secara prinsipil membedakan antara manusia dan hewan.
Adanya beberapa teori yang mengungkap asal – usul dari manusia :
1. Teory Darwin (The Missing Link)
2. Kejadian Manusia dalam pandangan kacamata islam

B. WUJUD SIFAT HAKEKAT MANUSIA DENGAN KEBUTUHAN AKAN PENDIDIKAN
1. Kemampuan menyadari diri
2. Kemampuan bereksistensi
3. pemilikan kata hati
4. Moral
5. Kemampuan bertanggung jawab
6. Rasa kebebasan ( kemerdekaan )
7. kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak
8. kemampuan menghayati kebahagiaan.
C. DIMENSI-DIMENSI HAKEKAT MANUSIA SERTA POTENSI, KEUNIKAN DAN DINAMIKANYA.
Ada 4 Dimensi, yaitu :
1. Dimensi Keindividualan
2. Dimensi Kesosialan
3. Dimensi Kesusilaan
4. Dimensi Keberagaman
D. PENGEMBANGAN DIMENSI HAKEKAT MANUSIA

E. SOSOK MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA
Pengertian manusia utuh sudah digambarkan pada butir C.1 hlm. 24. Sosok manusia Indonesia seutuhnya telah dirumuskan di dalam GBHN mengenai arah pembangunan jarak panjang.

F. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SERBA TERHUBUNG
Manusia berhubungan dengan :
• Masyarakat,
• Lingkungan ,
• Dirinya Sendiri,
• dan Tuhan

Keterangan :
HV : Hubungan Vertikal
HK : Hubungan Konsentris
HH 1 : Hubungan Horisontal antara hak dan kewajiban
HH 2 : Hubungan Horisontal antara mengeksploitas dan melestarikan

BAB II
PENGERTIAN DAN
UNSUR-UNSUR PENDIDIDKAN

A. PENGERTIAN
1. Batasan Pendidikan
a. Pendidikan sebagai proses transformasi budaya
b. Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi
c. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara
d. Pendidikan sebagai proses penyiapan tenaga kerja
2. Tujuan dan Proses Pendidikan
a. Tujuan
 Tujuan Umum Pendidikan
 Tujuan Institusional
 Tujuan Kurikuler
 Tujuan Instruksional
b. Proses Pendidikan
 Komponen
 Pengelolaan
o Mikro
o Makro

3. Konsep Pendidikan Seumur Hidup
a. Pendidikan itu merupakan bagian dari hidup
b. Hidupnya manusia tidak pernah vakum / statis
c. Belajar tidak dibatai oleh usia

Mengapa Pendidikan Sepanjang Hayat diperlukan?

4. Kemandirian dalam Belajar
a. Arti dan prinsip kemandirian
b. Alasan
o Pertumbuhan IPTEK yang sangat cepat – Siswa Mandiri – Keterbatasan Guru
o Pemecahan Masalah – Teori Baru – Sikap Ilmiah
o Konsep-konsep – Contoh kongkrit – Mengalami / Praktek
B. UNSUR – UNSUR PENDIDIKAN
1. Siswa / Pelajar
2. Guru / Pengajar
3. Interaksi
4. Tujuan
5. Materi
6. Alat dan Metode
7. Lingkungan

C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM

1. Pengertian Sistem Pendidikan
c. Suatu kebulatan keseluruhan yang komplek, terorganisirnya suatu himpunan / perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan / keseluruhan ( Tatang. M . Amin : 1992 )
d. Merupakan himpunan komponen-komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan.
e. Merupakan sehimpunan komponen atau sub sistem yang terorganisir dan bekaitan sesuai dengan rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2. Komponen dan Keterkaitan Antar Sistem dalam Sistem Pendidikan

3. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sistem Lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem.

BAB III
LANDASAN DAN
ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA

A. LANDASAN PENDIDIKAN
1. Landasan Filosofis
 Makna hakekat pendidikan
 Masalah-masalah pokok pendidikan ditinjau dari sudut filsafat
a. Aliran Naturalisme
Segala kenyataan yang bisa ditangkap panca indra sebagai kebenaran yang sebenarnya

Menekankan : Bahwa niali-nilai berfilsafat absolut dan abadi yang berdasarkan hukum alam. Contoh : Sejarah, Bahasa, Iptek, Matematika, dsb.
b. Aliran Idealisme
Hakekat kenyataan adalah ide gagasan kejiwaan , apa yang dianggap realitas hanyalah bayangan atau refleksi dari ide sebagai kebenaran spiritual / mental yang bersifat sejati dan absolut.

Pendidikan : Membantu siswa menerima dan menemukan kebenaran, keindahan dan kehidupan yang luhur.

c. Aliran Pragmatisme
Bahwa segala sesuatu harus dinilai dari segi kegunaan praktis. Ukuran kebenaran didasarkan pada kemanfaatan dari suatu kepentingan manusia.
Pendidikan : Suatu proses eksperimental dan metode mengajar yang penting adalah metode pemecahan masalah.

2. Landasan Sosiologis
Yaitu merupakan analisis ilmiah tentang proses dan pola interaksi didalam sistem pendidikan. Untuk memahami pendidikan yang bersumber pada masyarakat.
3. Landasan Kultural
Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik. Sistem pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang 1945 ( UU.RI.NO:2 TH 1989 )
4. Landasan Psikologis
a. Pengertian
Pemahaman peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan yang sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.
b. Perkembangan Peserta Didik
5. Landasan Ilmiah dan Teknologi
a. Pengertian
 Knowledge ( Pengetahuan )
Segala sesuatu yang diperoleh melalui berbagai cara pengindraan terhadap fakta. Penalaran menggunakan Rasio, Intuisi, dan Wahyu.
 Science ( Ilmu Pengetahuan )
Pengetahuan yang memenuhi kriteria dari segi : ontologis, epistimologis, aksiologis. Secara konsekuen dan penuh disiplin.
1. Ilmiah
Bisa dipertanggung Jawabkan secara ilmu pengetahuan
2. Ilmuwan
Orang yang ahli dibidang ilmu pengetahuan
3. Ontologi
Objek yang ditelaah / fakta yang bersifat empiris yang bisa ditangkap oleh indra
4. Epistimologis
Semua proses unntuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Yang meliputi Prosedur, cara, teknik dan sarana.
5. Aksiologis
Manfaat kegunaan ilmu pengetahuan. Kenetralan ilmu tergantung moral empunya ilmu
.

c. Perkembangan IPTEK
Dalam pendidikan jalur sekolah mampu mengakomodir dan mengantisipasi perkembangan IPTEK dampak konsekuensi hasil informasi, cara memperoleh informasi, manfaat bagi peserta didik, sikap ilmiah.
B. ASAS-ASAS PENDIDIKAN
1. Tut Wuri Handayani
Ing Madyo Mangun Karso
Ing Ngarso Sung Tulodo
2. Asas Belajar Sepanjang Hayat :
Bagaimana merancang dan mengimplementasikan suatu program belajar mengajar secara efektif-efisien untuk kini, selanjutnya dan berkait dengan luar sekelilingnya.
3. Asas kemandirian dalam belajar :
Guru berperan sebagai fasilisator, mengorganisir menyediakan berbagai sumber belajar sehingga timbul prakarsa peserta didik kemandiriannya untuk memanfaatkan sumber belajar itu.

BAB IV
PRAKIRAAN DAN ANTISIPASI
TERHADAP MASYARAKAT MASA DEPAN

A. TUNTUTAN PENDIDIKAN
Tuntutan pendidikan dalam memandang kebutuhan dari pengalaman masa lampau langkah – langkah yang dipilih masa kini. Sebagai upaya mewujudkan aspirasi / harapan dimasa depan.

1. Kecenderungan globalisasi sangat kuat dalam 4 bidang :
a) IPTEK
b) Ekonomi
c) Lingkungan Hidup
d) Pendidikan
2. Perkembangan IPTEK
o Basic Reserch ( Penelitian Dasar) Ilmu Pengetahuan Dasar
o Applied Reserch ( Penelitian Terapan)
o Technological Development ( Pengembangan Teknologi )
o Penerapan Teknologi
o Perkembangan arus komunikasi yang padat dan cepat
o Peningkatan layanan profesional
B. UPAYA PENDIDIKAN DALAM MENGANTISIPASI MASA DEPAN
1. Memberikan arah antisipasi nilai-nilai sikap
2. Pengembangan budaya dan sarana kehidupan
3. Pengembangan sarana pendidikan

BAB V
PENGERTIAN, FUNGSI, DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN

A. PENGERTIAN
Lingkungan Pendidikan adalah sesesuatu yang ada diuar peserta didik. Dialam semesta ini menjadi wadah dan wahana yang berupa badan atau lembaga tempat berlangsungnya proses pendidikan. Utamanya : Sekolah, Masyarakat, dan Keluarga yang biasa disebut (Tri Pusat Pendidikan).
B. FUNGSI
Membantupeserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya sebagai smberdaya pendidikan  Tujuan Pendidikan
Fungsi pendidikan menurut UUD No. 20 tahun 2003 “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan bentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertangung jawab”.
C. PERANAN TRI PUSAT PENDIDIKAN
1. KELUARGA
Merupakan sekelompokan sejumlah kecil orang karena hubungan darah. Yang berberan penting sebagai pusat pendidikan awal. Situasi dan kondisi keluarga sangatlah berpengaruh dalam pertumbuhan, perkembangan dan pembentukan kepribadian, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan anak.
2. SEKOLAH
Merupakan cerminan masyarakat maju dalam persiapan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakat. Sarana yang dirancang sengaja untuk melaksanakan pendidikan. Memanfaatkan IPTEK, Ketrampilan, Nilai-nilai sikap serta, Aspek kebudayaan secara optimal.
3. MASYARAKAT
Masyarakat adalah berperan baik langsung maupun tidak langsung dalam proses pendidikan. Didalam masyarakat tersedia berbagai sumber-sumber belajar yang bisa dimanfaatkan secara langsung by utility. Sumber-sumber yang dirancang by design.
D. PENGARUH TRI PUSAT PENDIDIKAN TERHADAP PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
1. Masing –masing memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembbangan peserta didik.
2. Kerjasama yang optimal, eratdan harmonis akan mewujudkan hasil yang optimal terhadap perkembangan anak didik.
3. Saling mendukung memperkuat satu sama lainnya.
4. Pada masyarakat modern kontribusi masyarakat semakin berkurang pada aspek ketrampilan , dibanding dengan kontribusi sekolah dan masyarakat.

BAB VI
ALIRAN –ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN

 Aliran-aliran pendidikan yaitu: pemikiran-pemikiran yang membawa pembaharuan pendidikan.
 Gagasan pendidikan selalu dinamis, seirama dengan pemikiran manusia dan masyarakatnya, sejak dulu, kini, dan masa mendatang.
 Yang selalu ditanggapi pro dan kontra oleh tokoh pemikir selanjutnya.
 Penting membekali wawasan kesejarahan untuk memahami kaitan masa lalu (pengalaman-pengalaman) yang menjadi tuntutan dan kebutuhan masa kini, serta tuntutan pemikir masa depan.
 Hasil pemikiran tidak segera tampak, kesalahan sekecil apapun akan menyebabkan upaya perbaikan yang kadang-kadang sudah terlambat.
 Pemikiran sudah dimulai sejak jaman kuno sejak manusia ada.

A. ALIRAN-ALIRAN KLASIK DALAM PENDIDIKAN
Manusia adalah maluq yang misterius mampu menjelajah “angkasa luar “ tetapi “angkasa dalamnya” belum cukup terungkap, sehingga para pakar masih cenderung berbeda pendapat dari sisi-sisi sudut pandang dan teori kajiannya. Sehingga munculah beberapa aliran-aliran pendidikan sebagai berikut :

i). ALIRAN EMPIRISME
Disebut juga aliran:
a. Behaviorisme
b. Positivisme tradition Lockean
c. Envirinmentalisme

1. PRINSIP-PRINSIP DALAM ALIRAN EMPIRISME
 Perkembangan anak tergantung pada lingkungan.(Stimulus Eksternal)
Lingkunga ada 2 yaitu:
1. Dikondisikan
2. Alam Bebas
 Faktor hereditas / bawaan tidak dipentingkan.
 Pengalaman atau proses pembelajaran adalah yang diperoleh anak sehari-hari yang didapat dari lingkungan sekitar yang berupa stimulan-stimulan.
 Lingkungan pendidikan dan pendidik memegang peran sangat penting.
2. TOKOH-TOKOH
 John Locke, Inggris (1704-1932) dengan teori “Tabula Rasa” dan “Meja Lilin”.
 Ivan Pavlov, Rusia (1849-1936) dengan teori “Klasikal Conditioning” dan Respondent Learning”. Penekanan Stimulus rangsangan terhadap perilaku.
 L. Thorndike dan BF. Skinner dengan teori “Operant Conditioning” atau “Instrument Learneing”.
 NE. Miller dan J. Dollar dengan teori “Observation Learning” (Pengamatan dan imitasi).

ii). ALIRAN NATIVISME
Disebut juga aliran:
a. Humanistic Psychology
b. Client Centered Leibnitzian
c. Personal Construct Tradition
d. Seardh for Meaning, dll.
1. PRINSIP-PRINSIP DALAM ALIRAN NATIVISME
 Faktor Hereditas / bawaan sangat menentukan masa depan anak didik
 Lingkungan tidak termasuk upaya pendidikan
 Pendidikan diserakan kepada alam
2. TOKOH-TOKOH
 Arthur Schopenhauer, Jerman (1788-1860)
 Leinitz dengan teori “inti Pribadi”
 Carl Rogers dengan teori Humanistic psychology (Aktualisasi diri)
 Gestal dengan teori “Holistic” (internal frame of reference)
 George A. Kelly dengan teori “Transaksional” dengan Personal Contracts”
 Victor Franky dengan teori “Search of Meaning”
iii). ALIRAN NATURALISME
Disebut juga aliran Negativisme dipelopori oleh Jean Jaquest Rousseau
1. PRINSIP-PRINSIP DALAM ALIRAN NATURALISME
 Semua anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan baik.
 Menjadi rusak terkontaminasi oleh lingkungan pendidikan
 Pendidikan tidak diperlukan
 Serahkan anak didik ke alam
 Pendidikan dan campurtangan manusia yang bersifat dibuat-buat (artificial) harus dijauhkan dari anak didik untuk mempertahankan segala hal yang baik.
 Permainan yang bebas dapat membantu mengembangkan bawaannya.
2. TOKOH-TOKOH
 J.J.Rousseau dengan teori “Naturalismee“
iv). ALIRAN KONVERGENSI
Memusat kesatu titik
1. PRINSIP-PRINSIP DALAM ALIRAN NATURALISME
 Anak dilahirkan disertai dengan pembawaan baik dan buruk
 Faktor pembawaan maupun faktor lingkungamempunyai peran yang sangat penting
 Baka atau bawaan tidak akan berkembang secara maksimal tanpa ada dukungan dari faktor lingkungan
 Pendidikan yang baik tidak aakn menghasilkan anak didik yang maksimal jika tidak terdapat bakat didalam anak didik tersebut.
2. TOKOH-TOKOH
Willam Stern (Jerman 1871-1939)
A
C
B
Keterangan :
A. Bakat / Bawaan
B. Lingkungan
C. Hasil Perkembangan Anak Didik

Dalam teori konvergensi Pendidikan mempunyai makna:
1. Pendidikan mungkin untuk diterapkan guna kebaikan anak didik
2. pendidikan sebgai pertolonan yang di berikan oleh lingkungan untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah potensi yang kurang baik.
3. yang membatasi hasil pendidikan=hereditas + lingkungan
B. PENGARUH ALIRAN KLASIK TERHADAP PEMIKIR DAN PRAKTEK PENDIDIKAN DI INDONESIA
i). Perkembangan Manusia Indonesia
Peranan pandangan aliran klasik dalam pendidikan di Indonesia tidak sepenuhnya ditolak, tetapi diterima sesuai dengan kebutuhan dan ditempatkan pada pandangan konvergensi. Perkembangan manusia dipengaruhi oleh:
1. Hereditas
2. Lingkungan
3. Proses Perkembangan
4. Anugerah Tuhan / Nasib

ii). Peserta didik
Peserta didik adalah subyek yang bisa dididiik dan dapat mendidik dirinya sendirinya. Hubungan dengan pendidik adalah hubungan yang setara dengan hubungan antara dua pribadi.
C. GERAKAN BARU PENDIDIKAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Yaitu gerakan upaya peningkatan mutu pendidikan yang memfokuskan usaha peningkatan, perbaikan kualitas pada satu atau beberapa komponen saja.
Antara lain:
A. Pengajaran Alam Sekitar
Tokoh : Fr. A. Finger  Heimatkunde,
J.Lightar  Het Vollener
B. Pandangan dan prinsip Heimatkunde
1. Pentingnya peragaan
2. Anak Aktif
3. Pengajaran Totalitas
a. Guru memahami tujuan pengarang dan mengarahkan usahanya untuk mencapai pemahaman siswa.
b. Pengajaran bersifat menarik dan diambilkan dari alam.
c. Pengajaran yang memungkinkan segala bahan pengajaran itu berhubungan satu sama lain secara erat dan runtut.
d. Apersepsi yang kuat tidak hanya verrbalitas.
e. Proses emosional secara langsung dengan alam sekitar (apersepsi emosional) alam merupakan bagian dari dirinya dan dirinya bagian dari alam.
C. Pandangan dan prinsip Het Volleven
1. Anak harus mengetahui barangnya dulu sebelum mendengar namanya tidak sebaliknya atau verbalisme.
2. Pengajaran sesungguhnya harus mendasar pada pengajaran selanjutnya atau pengajar yang dipusatkan.
3. harus diadakan perjalanan memasuki hidup sesungguhnya
a. Pengajaran Pusat Perhatian
Tokoh : Ovideminat Declory (Belgia)
Prinsip : – Pengajaran melalui pusat minat
– Sekolah oleh hidup untuk hidup
– Pengertian Global

b. Sekolah kerja
Tokoh : J.A. Comenius
J. H. Pestalozzi
C. Kerscheiner
Prinsip : – Pendidikan adalah kepentingan individu
dan masyarakat
– Kewajiban utama sekolah aadalah
mempersiapkan anak untuk dapat
bekerja.
c. Pengajaran Proyek
Tokoh : WH. Kilpatrick
Prinsip : – Sekolah bentuk micro masyarakat
– Pendidikan adalah proses kehidupan
bukan proses persiapan untuk hidup.

D. DUA ALIRAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA
1. Perguruan Kebangsaan Taman Siswa
Pendiri / tokoh : Ki hajar Dewantara
Asas dan tujuan :
 Tiap orang punya hak untuk mengatu diri.
 Pengajaran harus dapat memberikan pengetahuan yang berfaedah dan dapat memerdekakan diri.
 Pengajaran harus berdasarkan pada kebudayaan dan kebangsaan.
 Pengajaran harus menyebar merata keseluruh penjuru tanah air.
 Untuk mengetahui kemerdekaan hendaknya diusahakan dengan kekuatan diri sendiri.
 Konsekuensi hidup dengan kekuatan diri sendiri mutlak membelanjai diri sendiri.
 Mendidik keihlasan lahir dan batin.

2. NS Kayu (Indonesia Nederland Scheschool
Pendiri / tokoh : Mohammad Sjafei
Asas dan tujuan :
 Berfikir logis
 Keaktifan atau kegiatan
 Pendidikan masyarakat
 Memperhatikan bawaan anak
 Menentang intelektualisme
Usaha-usaha :
 Kelembagaan
 Sarana dan prasarana
 Pemberantasan buta huruf & Penerbitan majalah

BAB VII
PERMASALAHAN PENDIDIKAN

A. 4 Masalah Pokok Pendidikan
1. Masalah Pemerataan
2. Masalah Mutu
3. Masalah Efisiensi
4. Maasalah relevansi
B. 4 Faktor yang Mempengaruhi Masalah Pendidikan
1. Perkembangan IPTEK dan Kesenian
2. Pertumbuhan Penduduk
3. Aspirasi Masyarakat
4. Keterbelakangan Budaya dan Sarana Kehidupan
C. 4 Permasalahan Aktual pendidikan
1. Kesulitan melengkapi sarana
2. Masalah Kurikulum
3. Masalah Peranan Guru
4. Masalah Pendidikan dasar 9 tahun.

BAB VIII
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Pendidikan adalah usaha sadar peserta didik yang berperan aktif positif dalm kehidupannya sekarang dan yang akan datang.
Sistem Pendidikan Nasional Merupakan suatu kesatuan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang saling berkaitan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan Nasional,UU Sisdiknas 11 Juni 2003 menyebutkan :
A. Pengaturan Pemerintah
1. Jalur Pendidikan : Formal, Informal dan Non formal
2. Jenjang Pendidikan : dasar, menengah, dan tinggi.
3. Jenis program Pendidikan : umum, kejuruan, luar biasa, kedinasan, dsn keagamaan.
B. Pengelolaan dan Alokasi Anggaran Pendidikan Berdasarkan:
1. Prinsip Keadilan
2. Efisiensi
3. Transparansi
4. Akuntabilitas Publik

C. Upaya Pembangunan Pendidikan
1. Pembaharuan Landasan Yuridis
2. Pembaharuan Kurikulum
3. Pembaharuan Pola Masa Studi
4. Pembaharuan Tenaga Kependidikan
D. Dasar dan Aspek Legalitas Pembangunan Pendidikan Nasional
1. Pancasila
2. UUD 1945
3. GBHN
4. UU Organik Pendidikan
5. Pernyataan Pemerintah
6. Surat Keputusan Bersama,dll

BAB IX
PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN

Sasaran : Peningkatan SDM
GBHN : Hakekat pembangunan nasional adalah membangun
manusia Indonesia seutuhnya.
A. Status Pendidikan dan Pembangunan
1. Pendidikan adalah usaha kedalam diri manusia, Pembangunan adalah usaha keluar dari manusia.
2. Pendidikan menghasilkan SDM yang menunjang pembangunan dapat menunjang pendidikan.
B. Sumbangan Pendidikan Terhadap Pembangunan
1. Segi Sasaran : menghasilakan manusia yang baik’
2. Segi Lingkungan : Keluarga, sekolah, masyarakat (Kognitif, efektif, psikomotor)
3. Segi Jenjang : dasar, menengah, tinggi (dasar kesinambungan)
4. Segi Sektor Kehidupan : Pendidikan yang berkualitas menjadikan manusia berkualitas

Daftar Pustaka
Ali, M Nashir, Jalan Memintas Dalam Mendidik, Jakarta 1987.
Anshari, Hafi H. Drs, Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya 1982.
Indrakusuma Amir Daien, Drs. Pengantar Ilmu Pendidikan, Malang 1973.
Mappiare Andi. Dr, Psiikologi orang dewasa, Surabaya 1983.
Tim Dosen IKIP malang, Pengantar Dasar-dasar Pendidikan ,Malang 1980.
Tirtaraharja Umar Prof. Dr., Sulo S.L.La, Drs, Pengantar Pendidikan, Jakarta 2005.
Undang-Undang Republik Indonesia, Tentang Guru dan Dosen, Surabaya 2006.
Undang-Undang Republik Indonesia, Sistem Pendidikan Nasional, Bandung 2003.

SOAL-SOAL LATIHAN
UJIAN TENGAH SEMESTER DAN
UJIAN AKHIR SEMESTER

1. Jelaskan arti karakteristik sifat hakikat menusia yang membedakan dengan hewan, dalam konsep pendidikan. Berikan contohnya !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Uraikan 4 macam batasan pendidikan !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3. Jelaskan 4 macam hirarki tujuan pendidikan serta hubungan antar tujuan tersebut !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Uraikan arti sistem, pendidikan sebagai system, komponen serta hubungannya. Berikan contohnya !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
5. Uraikan pengertian minimal 4 macam landasan pendidikan !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
6. Jelaskan 3 macam asas pendidikan !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
7. Jelaskan makna saling pengaruh antar ketiga Tri Pusat Pendidikan terhadap perkembangan peserta didik. Berikan contohnya !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
8. Jelaskan berbagai upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan berkenaan dengan SDM ( Sumber Daya Manusia ), Perubahan sosio kultural, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan yang akan dilaksanakan ! …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
9. Uraikan arti kemandirian dalam belajar ! …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
10. Jelaskan implikasi pendidikan sepanjang hayat dalam konsep pendidikan !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
11. Jelaskan alasan pentingnya mahasiswa mempelajari aliran-aliran filsafat pendidikan!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
12. Sebutkan 4 macam aliran filsafat klasik dalam pendidikan !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
13. Jelaskan pandangan konsep nativisme, sebutkan tokohnya dan berikan komentar pendapat anda terhadap pandangan tersebut dalam dunia pendidikan ! …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
14. Jelaskan pandangan konsep konvergensi, sebutkan tokohnya dan berikan komentar pendapat anda terhadap pandangan tersebut dalam dunia pendidikan !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
15. Jelaskan pengajaran alam sekitar menurut teori Heimatkunde !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
16. Jelaskan dua macam aliran pokok gerakan baru dunia pendidikan di Indonesia !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
17. Sebutkan minimal 3 macam masalah pokok pendidikan di Indonesia !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
18. Sebutkan minimal 3 macam permasalahan aktual pendidikan di Indonesia!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

19. Sebutkan upaya-upaya pembangunan pendidikan nasional menurut sisdiknas 2003 !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
20. Sebutkan dasar / aspek legalitas pembangunan pendidikan nasional !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

One thought on “PENGANTAR PENDIDIKAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s