CONTOH PENANGANAN KASUS BP UNDAR


H.M.YUNUS WINARNO.S.Pd.,M.Pd.
BP – UNDAR – JOMBANG

CONTOH PENANGANAN KASUS

Nama : Yoan (FIKTIF)
Tempat, tanggal lahir : Malang, 23 Januari 1985 (FIKTIF)
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Po. Box. 70 Kepanjen Malang
Umur : 20 Tahun
Nama Orang Tua : Jhon
Alamat Orang Tua : Po. Box. 70 Kepanjen Malang

KASUS MASALAH BELAJAR

Gejala-gejala kasus yang nampak (terdapat) pada klien :
1. Yoan merasa mengalami kesulitan dalam mengikuti beberapa mata pelajaran
2. Yoan sering mendapatkan nilai rendah yang tidak sesuai dengan harapannya
3. Yoan sering tidak konsentrasi dan tidak siap dalam menghadapi …. Hariannya
4. Yoan termasuk siswa yang mempunyai nilai rendah dibandingkan dengan teman lainnya
5. Yoan termasuk siswa yang kurang aktif presensinya sering melamun dan tidak masuk
6. Yoan sering pindah tempat duduknya dikelas
7. Yoan sering kelihatan murung dalam menerima pelajaran
8. Yoan jarang sekali bertanya pada waktu diberi kesempatan bertanya

Gejala-gejala tersebut diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan klien, observasi, serta melalui wawancara dengan temannya.

PROSEDUR /LANGKAH SERTA TEHNIK
Penyelidikan –> sesuai dengan tehnik William Son (Client Centered)

I. Analisa
Didalam menganalisa kasus ini konselor menggunakan tehnik: testing yaitu tes bakat, tes minat, tes kecerdasan, ( PM). Serta menggunakan tehnik nontes yaitu Problem Checklist, Study habits, daftar keterangan pribadi, obserfasi, wawancara dan konseling.

1.1 Analisa Penyelidikan Melalui Checklist Study Habits, menghasilkan data sebagai berikut:
a. Clien tidak mempunyai daftar waktu belajar
b. Alat-alat pelajaran klien tidak cukup
c. Klien belajar karena dorongan dari teman
d. Catatan clien kurang lengkap
e. klien belum mempunyai keterampilan menggunakan tehnik belajar yang baik
f. Fasilitas belajar klien tidak menunjang
g. Klien kurang bias membagi waktu belajar dengan baik
1.2 Analisa Penyelidikan Melalui Data Pribadi, memperoleh data sebagai berikut
a. Klien memiliki 5 saudara kandung
b. Klien pernah tidak naik kelas 2 SD
c. Klien berkeinginan melanjutkan studi ke perintis 4
d. Klien suka mata pelajaran olah raga
e. Klien tidak suka mata pelajaran bahasa Inggris, Ekonomi dan Tata Buku.

1.3 Analisa Analisa Penyelidikan Melalui Wawancara Dari Guru Bidang Studi, memperoleh data sebagai berikut:
a. Klien lambat dalam mengikuti dalam pelajaran baru
b. Klien sering mendapatkan nilai kurang memuaskan dibandingkan dengan teman-temannya
c. Klien kelihatan lesu dan payah dalam mengikuti pelajaran
d. Klien sering pindah tempat duduk
e. Klien sering dating terlambat
1.4 Analisa Analisa Penyelidikan Melalui Observasi, memperoleh data sebagai berikut :
a. Klien sering nampak gelisah
b. Klien sering kurang ada persiapan alat-alat tulis
c. Klien kelihatan pasif di dalam kelas
d. Klien sering ngomong-ngomong dengan teman sebangkunya dalam mengikuti pelajaran
e. Klien kurang konsentrasi / kurang memperhatikan guru dalam proses pelajaran
1.5 Analisa Penyelidikan Melalui Wawancara Konseling, memperoleh data sebagai berikut
a. Klien tidak memiliki ruang belajar sendiri
b. Klien sering tidak konsenntrasi dalam ulangan
c. Klien tidak memiliki buku-buku cetak
d. Klien sering pergi ke rumah temannya antara pukul 19.00 – 21.00 WIB
e. Klien lebih menyukai mata pelajaran hafalan daripada yang bukan hafalan
f. Klien berkeinginan keras untuk melanjutkan ke perguruan tinggi
1.6 Analisa Penyelidikan Melalui Home Visit, memperoleh data sebagai berikut
a. Perumahan klien bising rebut oleh anak-anak bermain
b. Fasilitas cukup namun pemakaiannya hanya boleh dipakai bila keadaan mendesak saja
c. Sarana hiburan klien cukup memadai
d. Kondisi rumah klien cukup menyenangkan
e. Klien banyak membantu pekerjaan di keluarganya
f. Anggota keluarga klien cukup banyak
1.7 Analisa Penyelidikan Melalui Tes Kemampuan
Dimaksudkan untuk mengetahui potensial klien secara umum berdasarkan tes tes progressif matrik (PM) memperoleh data IQ klien 101 – 113. klien tergolong mempunyai kemampuan umum rata-rata.

II. Sintesa
Dari hasil pengumpulan data seperti di atas didapatkan hasil perangkuman sebagai gambaran tentang diri klien sebagai berikut:
1. Klien tidak mempunyai tempat, waktu, dan jadwal belajar yang baik
2. Klien memiliki kemampuan umum rata-rata
3. Dalam menghadapi ulangan klien merasa tidak sesuai dengan yang dipersiapkan, dan hasilnya sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan semula (rendah)
4. Klien bersifat pesimis dengan hasil kelulusannya nanti
5. Prestasinya yang rendah mengakibatkan kliem murung lesu dan bahkan ia kadang-kadang menjauhkan diri dari temannya
6. Dalam kelas klien bersikap kurang aktif tidak bergairah dan kurang berani bertanya dalam mengikuti pelajaran walaupu belum mengerti apa-apa yang telah dipelajari.

III. Diaknosa
Berdasarrkan hasil analisa dan sintesa tersebut diatas dengan ditopang dari berbagai sumber dan dari berbagai askpek dapat dikatakan bahwa masalah klien yang sedang dihadapi merupakan masalah sebab akibat yang sifatnya kompleks yang disimpulkan sebagai berikut:
1. Masalah yang dihadapi klien terutama masalah yang bersangkutan dengan belajar
2. Klien kurang terampil dalam menggunakan cara-cara belajar dan kurang sistematis belajarnya
3. Klien sering mendapatkan nilai yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, keadaan itu mengakibatkan prestasi klien rendah bila dibandingkan dengan teman-temannya yang lain.

IV. Prognosa
Berdasarkan hasil analisa dan sintesa dimungkinkan sekali jika masalah klien tidak segera diatasi dan mendapat bantuan pemecahannya dikuatirkan pada waktu mendatang timbul masalah-masalah sebagai berikut
1. Masalah klien semakin kompleks, sehingga akan mengakibatkan masalahnya bertambah berat serta lebih banyak lagi masalah yang dihadapinya, terutama sekali dikuatirkan klien menjadi seorang yang bersifat minder  rendah diri
2. Karena rendahnya prestasi dari beberapa mata pelajaran mengakibatkan klien tidak bias lulus dalam menghadapi EBTA, karena klien sudah kelas 3 dan sebentar lagi akan ujian
3. Klien akan mengalami frustasi dan tekanan jiwa, jika tidak lulus dalam menghadapi EBTA dan semakin masalah yang dihadapinya kompleks

V. Usaha-Usaha Bantuan (Treatment)
A. Usaha bantuan yang direncanakan baik melalui proses konseling maupun berbagai pendekatan yang lain :
1. Berusaha memberikan informasi cara belajar yang efektif
2. Informasi penggunaan waktu luang
3. Merencanakan pemberian layanan testing
4. Saran-saran kepada wali kelas / guru
5. Layanan home visit
B. Usaha-usah bantuan yang telah dilaksanakan (diberikan kepada klien)
1. Informasi cara belajar yang efektif
Layanan ini diberikan dimaksudkan agar klien dapat menguasai cara-cara belajar guna meningkatkan prestasi belajarnya dengan materi sebagai berikut:
– Cara-cara membaca yang baik
– Tehnik-tehnik membaca
– Cara-cara membuat ringkasan
– Tehnik menghafal
– Cara mengatur waktu belajar
2. Informasi cara bergaul
Layanan ini diberikan dengan tujuan untuk membantu agar klien lebih bisa bergaul, yaitu agar klien lebih menyadari pentingnya seseorang untuk bergaul baik sebagai anggota keluarga, sebagai siswa maupun sebagai anggota masyarakat dengan materi sebagai berikut:
– Pentingnya pergaulan bagi seseorang
– Etiket pergaulan
– Prinsip-prinsip pergaulan
– Cara meningkatkan atau memupuk persahabatan

3. Informasi penggunaan waktu luang
Layanan ini diberikan dengan tujuan agar klien dapat menggunakan waktu luangnya secara baik untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Materi yang diberikan:
– Pengertian waktu luang
– Penggunaan waktu luang di sekolah
– Penggunaan waktu luang di rumah
– Penggunaan waktu luang di rumah orang lain, rumah saudara, dan dirumah teman.
4. Layanan Testing
Layanan ini diberikan guna mengetahui kemampuan yang dimiliki klien yaitu dengan menggunakan tes PM, hasil yang dicapai:
– Klien dapat mengetahui kemampuan umumnya
– Klien dapat membandingkan prestasi belajarnya dengan tes kemampuannya
– Klien akan berusaha memanfaatkan segala kemampuannya dengan mempertimbangkan factor-faktor yang ada diluar dirinya
5. Saran-saran kepada guru, wali kelas:
Layanan ini diberikan dengan harapan para guru akan dapat memberi motifasi dan membangkitkan belajarnya, hasil yang dicapai dalam layanan ini :
– Adanya saling pengertian dari guru terhadap masalah klien
– Para guru diharapkan dapat menerima klien dengan segala kelemahan dan kelebihannya
6. Home visit
Layanan ini diberikan dengan tujuan membantu klien dalam menyelesaikan masalahnya yang berhubungan dengan orang tua, diharapkan hasil yang dicapai dalam layanan ini :
– Adanya saling pengertian dari keluarga terhadap keadaan klien yang sebenarnya
– Keluarga ikut berpartisipasi dalam usaha mencapai keberhasilan studinya dengan memberikan dorongan-dorongan dan semangat kepada klien

VI. Follow Up / Tindak Lanjut
Bantuan ini titik beratnya adalah memantau perubahan tingkah laku klien secara menyeluruh yakni menuju tingkah laku yang lebih positif dan ini akan memakan waktu yang lebih banyak dengan disertai tindak lanjut yang terarah dan sistematis. Agar usah-usaha bantuan yang telah dilaksanakan dapat menunjang keberhasilan dan kemajuan klien dimasa mendatang serta dapat mencegah kemungkinan munculnya masalah-masalah baru yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s